Prosedur pelaksanaan yang buruk dapat menyebabkan geotekstil sobek, jebol, atau terurai, dan sebagainya. Untuk hal ini, geotekstil harus tahan dalam menahan tegangan-tegangan yang terjadi saat pemasangannya. Dalam beberapa hal, tegangan-tegangan yang timbul saat pemasangan geotekstil dapat lebih menentukan dibandingkan dengan tegangan rancangan yang diperkirakan. Karena itu, dalam penggunaan geosintetik, pengaruh kerusakan akibat gangguan lalu-lintas alat kerja, mau pun aksi-aksi merusak yang lain harus diperhitungkan.


Kerusakan geosintetik ini dapat mengakibatkan hilangnya sebagian atau keseluruhan dari kekuatan atau bocornya geosintetik. Sebagai contoh, penghamparan batuan diatas geotekstil yang digunakan sebagai pelindung tebing sungai dapat melubangi atau merobekkan geotekstil. Karena itu, tebal tanah penutup diatas geosintetik, kehati-hatian dalam pelaksanaan, penyimpanan, pemindahan, perlu diperhatikan. Kebanyakan geotekstil digunakan dalam pembangunan jalan raya, namun beberapa juga digunakan dalam dinding timbunan, drainase bawah, jalan akses dan lain-lain. Geotekstil sangat mudah mengalami degradasi bila terletak di udara terbuka. Hal ini, karena sinar ultra violet dapat menyebabkan degradasi dari bahan-bahan material organic, termasuk geosintetik yang terbuat dari bahan polymer. Degradasi menyebabkan geotekstil berkurang, baik kuat tarik maupun sifat mulurnya (elongation). Semakin lama terbuka terhadap sinar ultra violet dari sinar matahari, semakin berkurang kinerjanya.